Tahukah Anda Mengapa Warna Kertas Putih?

Mengapa warna kertas putih? Berawal dari bahan dasar bubur kayu dan semacamnya, warna kertas pada dasarnya adalah cokelat. Namun kertas ini melewati proses pemutihan menggunakan bahan kimia hingga mencapai titik warna yang diinginkan oleh perusahan tersebut. Namun kenapa warna yang diinginkan harus berwarna putih?

Secara umum kertas berwarna pucat/redup karena tinta yang paling banyak tersedia sepanjang sejarah cenderung berwarna gelap atau hitam. Mengkombinasikan tinta yang berwarna hitam dengan kertas yang putih akan menciptakan kontras yang tajam, sehingga membuat tulisan pada kertas tersebut akan lebih mudah dibaca.

Pada dasarnya, seperti penemuan – penemuan lainnya. Menggunakan tinta hitam pada kertas yang berwarna putih akan sangat mempermudah manusia dalam melihat tulisan pada kertas tersebut. Dan apa saja yang dapat mempermudah kehidupan, maka permintaan pasar secara umum akan mengikutinya. Sehingga ini menjadi tradisi yang dapat di terima oleh masyarakat luas yaitu, menggunakan tinta hitam pada kertas putih.

Sejarah Singkat Dari Tinta

Sejarahnya, tinta diciptakan dengan menggabungkan beberapa zat pengikat seperti Shellac atau resin dari serangga (kerria lacca), lem hewan atau getah arab dengan padatan berwarna gelap. Padatan gelap ini yang kemudian membentuk warna atau pigmen, dan bersumber dari jelaga.

Bahan – bahan seperti jelaga mengandung kandungan karbon yang tinggi, sehingga sangat bagus untuk membuat goresan berwarna gelap yang tahan lama setelah dicampurkan dengan bahan pengikat. Bahan ini berasal dari  bahan limbah murah dan bagus, dan jelaga sangat jarang digunakan untuk hal yang lain.

Tak jarang ketika Anda melihat tulisan bersejarah yang tintanya tampak keruh. Namun sebenarnya warna tinta yang keruh tersebut adalah tinta yang berwarna hitam pada awalnya. Karena seiring waktu, bahan organik atau logam pada tinta tersebut berubah warna karena termakan oleh waktu, atau juga dari zat asam didalamnya yang mengubah kertas tersebut.

Sejarah Singkat Dari Kertas

Kertas pertama kali muncul pada zaman Mesir kuno dalam bentuk papyrus (terbuat dari batang/tangkai tanaman), disamping penggunakan perkamen (kulit binatang). Ide ini kemudian dikembangkan di China dengan kombinasi antara kulit dan kain. Seiring berjalannya waktu, keseluruhan konsep tersebut menjadi standar teknik produksi yang terus dikembangkan, sebelum ide tersebut akhirnya sampai ke Italy hingga negara bagian Eropa lainnya.

Dengan diciptakannya mesin cetak Gutenberg pada pertengahan tahun 1400 yang mempunyai kemampuan untuk mencetak secara cepat, permintaan terhadap kertas meningkat secara eksponensial.

Kemudian pada akhir abad ke-18, kimiawan dari Prancis yang bernama Bertholett menjadi pionir untuk menggunakan bahan kimia tertentu untuk memutihkan kertas. Selama revolusi industri dalam puluhan tahun berikutnya, barulah teknik produksi massal baru menghemat lebih banyak waktu pembuatan kertas. Hingga pertengahan abad ke-19, produksi massal kertas menyebabkan perkembangan kertas seperti yang kita kenal sekarang.

Kertas Putih dan Proses Percetakan

Bagaimana sebenarnya kertas modern dibuat untuk proses percetakan digital?

Banyak kertas yang sebenarnya terbuat dari limbah – limbah kayu yang di produksi dari pabrik penggergajian kayu. Bahan baku ini kemudian dimasukan dalam drum yang besar kemudian di cuci, di cecah, dan di tumbuk hingga halus.

Potongan kayu – kayu halus ini kemudian di basahkan dan kemudian diputihkan dengan cara dimasak dengan bahan – bahan kimia yang kuat. Memisahkan serat tanaman selulosa dari serat – serat yang tidak berguna.

Bubur kertas kemudian harus di pisahkan hingga ke serat – serat terkecilpun agar kemudian dapat dibentuk kembali dan dikeringkan menjadi lembaran yang halus dan bisa digunakan. Proses pemisahan ini biasanya bersifat kimiawi, tetapi zat yang digunakan pada proses pemisahan kimia yang pertama kali membantu bubur kertas menjadi lebih pucat.

Bubur Kertas / Serbuk Kertas

Selama proses pembuatan, bubur kayu halus akan diputihkan atau diberi warna untuk menghasilkan akhir putih ataupun berwarna. Proses ini pun dapat melibatkan percampuran bubur kertas yang berbeda untuk menghasilkan beragam tekstur, bobot, kekuatan dan juga kehalusan pada hasil akhir. Ragam hasil inilah yang mengakibatkan kita mempunyai banyak pilihan bahan kertas untuk cetak kartu nama.

Hasilnya adalah semacam sup bubur kayu yang terbuat dari serat selulosa, yang kemudian dapat disemprotkan untuk dikeringkan sebagai kertas dalam bentuk mentah. Kertas mentah ini kemudian diratakan, diregangkan dan di keringkan sepenuhnya di sepanjang rol yang di panaskan dan ditekan sehingga setipis kertas.

Gulungan yang luas tadi di potong secara mekanis menjadi gulungan yang lebih kecil. Dan kemudian gulungan kertas tersebut akan di potong melalui mesin otomatis menjadi ukuran kertas yang biasa kita kenal.

Exit mobile version